LAZADA

Minggu, 19 Maret 2017

RPP K-13 Pola Hidup Sehat (NAPZA) Kelas XI


RENCANA PELAKSAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan
: SMA
Mata Pelajaran
: PJOK
Kelas/Semester
: XI/Ganjil
Materi
: Budaya Hidup Sehat
Sub Materi
: Napza
Alokasi Waktu
: 3 x 45 menit

A.    Kompetensi Inti
1.      Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2.      Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3.      Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4.      Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B.     Kompetensi Dasar dan Indikator Pembelajaran
3.10 Menganalisis berbagai peraturan perundangan serta konsekuensi hukum bagi para    pengguna dan pengedar narkotika,  zat-zat aditif (NAPZA) dan obat berbahaya lainnya.
         a. Menanalisis peraturan perundangan NAPZA
         b. Menanalisis konsekuensi hukum bagi para pengguna dan pengedar NAPZA
         c. Menanalisis penyebab pengunaan NAPZA
         d. Menanalisis gejala/dampak penggunaan NAPZA
         e. Menanalisis pencegahan NAPZA
4.10 Mempresent-asikan berbagai peraturan perundangan serta konsekuensi hukum bagi para pengguna dan pengedar narkotika, psikotropika, zat-zat aditif (NAPZA) dan obat berbahaya lainnya.
         a. Mempresentasikan hasil analisis peraturan perundangan NAPZA
         b. Mempresentasikan hasil analisis konsekuensi hukum bagi para pengguna dan 
             pengedar NAPZA
         c. Mempresentasikan hasil analisis penyebab pengunaan NAPZA
         d. Mempresentasikan hasil analisis gejala/dampak penggunaan NAPZA
         e. Mempresentasikan hasil analisis pencegahan NAPZA

C.    Tujuan Pembelajaran
Melalui proses mencari infomasi, menanya, dan berdiskusi peserta didik diharapkan dapat :
1.      Menganalisis peraturan perundangan NAPZA
2.      Menganalisis konsekuensi hukum bagi para pengguna dan pengedar NAPZA
3.      Menganalisis penyebab pengunaan NAPZA
4.      Menganalisis gejala/dampak penggunaan NAPZA
5.      Menganalisis pencegahan NAPZA
Melalui proses mencoba, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan peserta didik diharapkan :
1.      Mempresentasikan hasil analisis peraturan perundangan NAPZA dengan percaya diri, tanggungjawab dan menunjukkan nilai kerjasama dalam kelompok.
2.      Mempresentasikan hasil analisis konsekuensi hukum bagi para pengguna dan  pengedar NAPZA dengan percaya diri, tanggungjawab dan menunjukkan nilai kerjasama dalam kelompok.
3.      Mempresentasikan hasil analisis penyebab pengunaan NAPZA dengan percaya diri, tanggungjawab dan menunjukkan nilai kerjasama dalam kelompok.
4.      Mempresentasikan hasil analisis gejala/dampak penggunaan NAPZA dengan percaya diri, tanggungjawab dan menunjukkan nilai kerjasama dalam kelompok.
5.      Mempresentasikan hasil analisis pencegahan NAPZA dengan percaya diri, tanggungjawab dan menunjukkan nilai kerjasama dalam kelompok.

D.    Materi Pembelajaran
1.      Materi              : Narkoba, Psikotropika dan Zat Adaptif Lainya (NAPZA)
2.   Sub Materi      : a. Peraturan perundangan NAPZA
                                b. Konsekuensi hokum bagi pengguna dan pengedar NAPZA
                                c. Penyebab penggunaan NAPZA
                                d. Gejala/dampak penggunaan NAPZA
                                e. Pencegahan NAPZA
E.     Metode Pembelajaran
1.      Pendekatan     : Sientifik
2.      Model              : Projec Base Learning
3.      Metode            : Diskusi
F.     Media/alat/sumber Pembelajaran
1.      Alat/media      : a. Proyektor (LCD)
  b. Komputer/laptop
2.      Sumber            : a. Buku Siswa PJKO Kelas X
  b. Internet dan sumber lainya


G.    Kegiatan Pembelajaran
Rincian Kegiatan
Waktu
Pendahuluan
·           Berdoa
·           Menyampaikan kompetensi (KD) yang akan diajarkan
·           Menyampaikan tujuan pembelajaran
·           Guru Membagi peserta didik dalam beberapa kelompok
15 menit
Kegiatan Inti
Mengamati
·         Siswa menyimak video tertakait NAPZA
·         Siswa Mencari berbagai informasi terkait NAPZA pada buku siswa dan atau melalui media internet

Mencoba
·         Siswa menjelaskan dan serta mempresentasikan sesuai dengan materi yang ditugaskan
Menanya
·           Siwa mengajukan pertanyaan berdasarkan pengamatan mereka.
·           Siwa mengajukan pertanyaan mengenai NAPZA yang belum dipahami kepada kelompok yang mempresentasikan.
·           Guru memberi kesempatan bagi peserta didik lain yang ingin menanggapi atau menjawab pertanyaan siswa.

Mengasosiasi
·           Guru memberikan pemahaman kepada siswa terkait materi dan pertanyaan siswa.
·         Masing-masing kelompok berdiskusi maupun membuat kesimpulan terkait materi menurut pemahamanya masing-masing.
·         Guru menilai kemampuan peserta didik mengolah informasi dalam menyimpulkan materi.

Mengomunikasikan
·         Secara bergilir setiap kelompok diberi kesempatan mempresentasikan, bertanya dan memberi tanggapan.
·         Kelompok lain dapat memberi tanggapan dan pertanyaan
·         Guru memberi penilaian atas hasil kerja kelompok dan  kemampuan peserta didik berkomunikasi lisan.

105 menit
Penutup
·           Meminta beberapa orang dari peserta didik untuk membacakan keesimpulan yang dianggapnya benar dari diskusi yang diberikan.
·          Evaluasi
·           Memberikan tugas berupa artikel terkait NAPZA yang terjadi dikalangan pelajar/remaja.
·           Mengingatkan materi pertemuan berikutnya tentang latihan variasi teknik dasar sepak bola dan bermain sepak bola.

15 menit

H.    Penilaian
1.      Mekanisme dan prosedur
Penilaian dilakukan dari proses dan hasil. Penilaian proses dilakukan melalui observasi kerja kelompok, kinerja latihan teknik, dan laporan tertulis. Sedangkan penilaian hasil dilakukan melalui tes praktik, presentasi dan fortofolio.
2.      Aspek dan Instrumen penilaian
Instrumen observasi menggunakan lembar pengamatan dengan fokus utama pada aktivitas dalam kelompok, tanggungjawab, dan kerjasama.
Instrumen kinerja fortofolio  menggunakan lembar makalah dengan fokus utama pada kedalaman materi dan kelengkapan teknik latihan dasar serta variasi latihannya.
Instrumen tes menggunakan tes praktik dan tes lisan serta tes tertulis
3.      Contoh Instrumen (Terlampir)



Bandung,  Maret 2017
Mengetahui Kepala SMA ....                                                                Guru Mata PJOK




..................................                                                                          Saefullah, S.Pd. Gr.
NIP.                                                                                                     NIP.

Catatan Kepala Sekolah
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
FORMAT PENILAIAN
a.       Lembar Observasi dan kinerja presentasi

LEMBAR PENGAMATAN OBSERVASI
DAN KINERJA FORTOFOLIO
Mata Pelajaran       : PJOK
Kelas/Program       : XI/
Kompetensi           : KD 3.10 dan 4.10
No
Nama Siswa
Observasi
Kinerja Presentasi
Jml
Skor
NilaI
PD
Tgjwb
Kerjsm
Prnsrt
Visual
Isi
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
1.       
Abdus Shamad
4
4
3
4
3
3
21

2.       









3.       









4.       









5.       









6.       









7.       









8.       









9.       









10.   









11.   









12.   









13.   









14.   









15.   









16.   









17.   









18.   









19.   









20.   









21.   




















Keterangan pengisian skor :
4.  Sangat tinggi
3.  Tinggi
2.  Cukup
1.  Kurang

Keterangan :
PD                   : Percaya Diri
Tgjwb              : Tanggungjawab
Kerjsm             : Kerjasama
Prnsrt               : Peran serta


a.      Pretes/postes
Pretes/Postes Pertama
A.     Berilah tanda ceklist pada kolom Benar atau Salah
No
Pernyataan
Benar
Salah
1.       
Apa itu NAPZA


2.       
Sebutkan pasal dan ayat terkait hokum penyalagunaan NAPZA


3.       
Sebutkan 3 Gejala/dampak NAPZA


4.       
Bagaimana cara pecegahan NAPZA bagi diri sendiri


5.       
Bagaimana pencegahan NAPZA bagi orang lain



Contoh penugasan fortofolio.
·      Buatlah Fortofolio penyalahgunaan NAPZA dengan struktur seperti berikut. Gunakan laptop/komputer untuk mendapatkan materi NAPZA. Kirim laporan melalui email guru (epul.ipul11@gmail.com).

Struktur Fortofolio adalah sebagai berikut
a.       Judul
b.      Tujuan
c.       Landasan teori
d.      Teknik dasar sepakbola (sertakan dengan gambar atau foto)
e.       Kesimpulan
f.       Referensi




FORMAT PENILAIAN
(PORTOFOLIO)

Mata Pelajaran             : PJOK
Kelas/Peminatan          : XI
Materi Pokok               : NAPZA
No
Nama Siswa
Aspek Penilaian
Skor rata-rata
Nilai
Visual
Kelengkapan
Kerapihan
Penyajian Materi
Bahasa
Ketepatan waktu
1.                   
Akhyar Mustaqim
3
4
4
3
3
3
3,33
83
2.                   









3.                   









4.                   









5.                   









6.                   









7.                   









8.                   









9.                   









10.               










Dst









Keterangan :
Sangat baik      : 4
Baik                 : 3
Cukup              : 2
Kurang             : 1

Jumlah skor yang diperoleh
Jumlah skor maksimal
 
Pembobotan nilai : 
X 100
 
                                                                                               
                                                                                               


Ketuntasan minimal yang diperoleh skor 18 atau nilai 75





Sabtu, 18 Maret 2017

Merajut



Salah satu kejian Program Profesi Guru ialah mengambagkan potensi peserta (calon guru profesiaonal) agar mempunyai keahlian yang bermutu. Bukan hanya keahlian profesinya namun juga keahlian tambahan (spft skil) lain selain bidang profesinya. Pengembangan itu berupa pengembangan minat dan bakat perserta PPG, khususnya di LPTK UPI Bandung. Pengembangan tersebut terbagi menjadi beberapa klasifikasi menurut minat serta bakat mereka, diantaranya ialah :
1.      Bola Voli
2.      Futsal
3.      Badminton
4.      Senam Aerobik
5.      Kesenian Sunda (Angklung dan Karinding)
6.      Mading dan vidiografi
7.      Merajut dan kerajinan tangan,
8.      Paduan suara serta
9.      Band
Adapun yang akan kami bahas pada kali ini ialah terkait tentang merajut. Sebelum memulai merajut ada baiknya kita menyamakan persepsi dulu, bahwa crochet = merajut, bukan merenda. Jadi, crochet dan knitting , keduanya sama-sama teknik merajut. Karena masih banyak orang yang memperdebatkan tentang pengertian crochet itu sendiri. Dan jika persepsi kita nggak sama, maka akan terjadi kerancuhan dengan isi artikel ini.
Setelah sama persepsi, baru lah kita memahami tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan merajut, mulai dari pengertian crochet, perbedaan crochet dengan knitting, peralatan merajut, simbol-simbol dalam merajut, istilah-istilah crochet, macam-macam tusuk rajut, dan sebagainya.
Pengertian crochet : Teknik crochet adalah suatu teknik yang mengolah benang dengan membentuk sengkelit-sengkelit dengan pertolongan satu batang pengait/jarum/songket dan hasil keseluruhan kaitan membentuk sebuah benda atau bahan baru.
Perbedaan crochet dan knitting : Crochet menggunakan jarum tunggal yang disebut hook/hakken/hakpen. Sedangkan knitting menggunakan jarum ganda yang disebut jarum knit/knitting needle/breien.
Peralatan merajut:
Hook/hakken/hakpen.
Hakpen memiliki ukuran bermacam-macam. Penggunaannya disesuaikan dengan ukuran benang. Karena jika hakpen terlalu kecil, hasil rajutannya akan terlalu rapat dan kaku. Begitu juga sebaliknya, apabila hakpen terlalu besar, maka hasil rajutannya akan terlihat besar dan berlubang.

Penggunaan benang dan ukuran hakpen yang disarankan:
1.  Nomor 1/0 untuk benang katun ukuran 5
2.  Nomor 2/0 – 3/0 untuk benang katun nomor 10, benang rayon, benang wol 2 ply, benang wol lokal.
3.  Nomor 4/0 – 5/0 untuk benang katun nomor 10 – 30, benang wol 4 ply, benang softly cotton 4 ply
4.  Nomor 5/0 – 6/0 untuk benang softly cotton 5 – 6 ply, benang katun nomor 30
5.  Nomor 6/0 – 7/0 untuk benang softly cotton 8 ply
6.  Nomor 7/0 – 8/0 untuk benang wol katun tebal (soft worsted yarn, benang bulky 10-12 ply)

Cara memegang jarum pun ada 2:
1. Seperti memegang pisau

Cara ini lebih mudah digunakan, apalagi untuk pemula.
1. Seperti memegang pensil/pena

Saya tidak merekomendasikan cara ini, karena membuat jari cepat capek, berdasarkan pengalaman saya lho yaa
1.      Benang
Ukuran benang menyesuaikan dengan hakken.
Jenis-jenis benang rajut dan perkiraan harga:
1.      Benang Kinlon/minlon Adalah benang rajut yang cocok digunakan untuk membuat syal karena sifatnya yang mengembang dan hangat jika mengenai tubuh. Berat rata-rata 45 gr, harganya sekitar Rp. 12.500,-
2.      Benang Wol Kenari Berat rata-rata 30 gr, harganya sekitar Rp. 5.500,-
3.      Benang Katun Adalah benang yang  terbuat dari serat alami (kapas). Benang ini cocok digunakan untuk pemula yang baru belajar merajut, karena sifatnya dingin, ringan dan memiliki variasi warna. Bisa digunakan untuk membuat berbagai pernik sulam, seperti tas, dompet, taplak meja, dan lainnya. Benang katun ada yang memiliki satu warna dan ada yang gradasi (sembur). Harganya berkisar antara Rp 8.500,- hingga Rp 15.000,- Berat rata-rata 45 gr.
4.      Benang nylon/nilon Adalah benang yang bersifat kuat, kaku dan mengkilat. Benang nilon ukuran kecil (no.12) cocok digunakan untuk aksesoris atau pernak-pernik. Harganya sekitar Rp.7,000,- sampai Rp 11.000,- Biasanya tanpa digulung. Sedangkan yang berukuran besar (D30) cocok digunakan untuk pembuatan tas, dompet, dan sepatu. Harganya antara Rp 38.000,- hingga Rp 40.000,- dengan berat -/+ 300 gr.
5.      Benang Panda Harganya sekitar Rp 17.500,- Berat 100 gr. Hakken: no. 3/4, knitting: 3 mm.
6.      Benang Woll sintetis/Acrilic Dapat digunakan untuk membuat syal, amigurumi dan boneka. Hakken: no.3/4, knitting: 2,5 mm. Berat 40 gr, harganya sekitar Rp 8.500,-
7.      Benang Acrylic linen Biasanya digunakan untuk menenun. Harganya sekitar Rp 15.000,
8.      Benang polyester Terbuat dari bahan 100% serat polyester. Benangnya ringan, mengkilat, kuat dan tidak luntur. Benang ini cocok untuk bahan merajut tas, dompet, taplak, bros dan sebagainya selain produk wearable. Hakken: no 4/5 , berat 100 gr, harganya sekitar Rp 12.000,-
9.      Benang ryon splash Sembur Cocok dibuat syal, baju dewasa dan baby. Karena benangnya lembut dan tidak pecah. Harganya sekitar Rp 17.000,- berat 50 gr. Hakken: no.2/3, knitting: 2,5 mm.
10.  Benang katun orchid Benang ini memiliki tekstur yang pecah namun lembut. Bisa digunakan untuk membuat syal atau pun baju. Hakken: no.4, knitting: 3 mm. Harganya sekitar Rp 12.000,- Berat 100 gr.
11.  Benang bulky Dari bahan akrilik, seperti kapas, teksturnya lembut dan agak berbulu. Cocok dibuat topi, syal, scraf dan tas. Hakken: no.8/9/10, knitting: 6 mm, berat 60-70 gr, harganya sekitar Rp 11.000,-
12.  Benang smock Benangnya mengkilat, bisa digunakan sebagai tepi jilbab/kerudung dan aksesoris. Berat 20 gr, harganya sekitar Rp 5.000,-
13.  Benang jala Bisa di gunakan untuk membuat taplak. Hakken: no.0/1 atau ½, harganya sekitar Rp 5.000,-
14.  Benang rayon Benang ini memiliki kesan jatuh dan adem saat dipakai. Bertekstur halus dan lembut. Sehingga pas digunakan untuk rajutan yang wearable, seperti rompi, baju, cardigan, syal, scraf, pashmina dan perlengkapan bayi. Berat 100 gr. Hakken: no.2/3,  knitting: 2,5 mm, harganya sekitar Rp 17.000,-
15.  Benang Athena Benangnya tidak luntur, lembut dan hangat. Bahannya: 30% woll dan 70% akrilic. Bisa dibuat topi dan syal. Hakken: no.4, knitting: 3 mm. Berat  100 gr, harganya sekitar Rp 25.000,-

Cara melilitkan benang: Sebenarnya ada 2 metode, tapi saya sering menggunakan metode ke-3 (ala saya :D)
1. Lilitkan benang pada jari tangan kelingking kiri, lalu tarik benang ke belakang jari tengah dan telunjuk.
2. Lilitkan benang pada kelingking, lalu tarik ke belakang telunjuk.

3. Lilitkan benang pada telapak tangan kiri, lalu tarik dan lilitkan lagi pada jari telunjuk. Sisakan benang -/+ 10-15 cm seperti gambar di bawah

3. Gunting
4. Meteran
5. Penanda rajutan Fungsinya untuk memberikan tanda saat kita memulai merajut agar memudahkan kita dalam menghitung jumlah tusuk rajutan.
6. Jarum jahit/lilin Sebenarnya ini hanya sebagai alat bantu dari hasil akhir dengan cara memasukkan benang pada jarum lalu menusukkan pada rajutan sekitarnya. Gunakan jarum jahit berlubang besar. Tapi saya biasanya memakai lilin untuk membakar ujung benang. Agar hasilnya rapi dan kuat, lekatkan benang yang masih meleleh pada benang sampingnya.
7. Lem tembak Untuk menempelkan aksesoris pada rajutan.
Simbol-simbol crochet:

Fungsi dari simbol adalah: memberikan kemudahan dalam membaca atau membuat pola rajutan.
Istilah-istilah crochet:
• Lp = Loop = lingkaran benang pada hakpen
• Turn = Balik
• Sp  = space  = spasi
• St = stitch
• Crochet Marker = penanda tusukan
• MC = main color (digunakan jika pola menggunakan lebih dari 1 warna)
• WS = wrong side = tampak belakang
• RS = right side = tampak depan
• Magic Ring
Macam-macam tusuk dasar rajut:
1. Tusuk Rantai atau Chain

Cara membuat tusuk rantai/chain 1:
1.          Buat lingkaran dengan benang, lalu masukkan jarum ke dalam lingkaran
2.          Tarik benang melalui lingkaran yang ada
3.          Ambil benang lagi, dan tarik melalui lingkaran, begitu seterusnya.
Cara ke-2:

a.  Buat simpul awal, lalu kaitkan benang pada jarum
b.  Tarik benang yang terkait sampai keluar dari lubang jarum
c.  Lakukan tahap a-b sesuai dengan jumlah rantai yang dibutuhkan.
2. Tusuk Tunggal (sc)

Cara membuat tusuk tunggal:
a.  Buat tusuk rantai sebagai dasar
b.  Masukkan jarum pada lubang kedua terhitung mundur dari jarum
c.  Kaitkan jarum pada benang
d.  Tarik benang sampai melewati lubang pada langkah b
e.  Kaitkan jarum pada benang
f.  Tarik benang sampai melewati 2 lubang pada jarum
g.  Lakukan langkah b – f sesuai dengan petunjuk pola (lihat g1 dan g2)
3. Setengah Tusuk Ganda (hdc)

Cara membuat setengah tusuk ganda:
a.  Kaitkan benang pada jarum, mulai tusukan pada ch 3
b.  Tarik jarum sehingga terdapat 3 lp.
c.  Kaitkan benang pada jarum, lalu tarik langsung melalui 3 lp.
d.  Mulai tusukan baru lagi
4. Tusuk Ganda (dc)

Cara  membuat tusuk ganda:
a. Buat tusuk rantai sebagai dasar
b. Kaitkan benang pada jarum
c. Masukkan jarum pada rantai ketiga terhitung mundur dari jarum
d. Kaitkan benang pada jarum
e. Tarik benang melewati lubang rantai (langkah c)
f.  Kaitkan benang pada jarum
g. Tarik benang melewati 2 lubang
h. Tinggal 2 lubang yang tersisa
i.  Tarik benang melewati 2 lubang tadi
j.  Lakukan langkah a-g sesuai petunjuk pola
5. Triple (tr)

Tusuk ini mirip dengan tusuk ganda. Pada tusuk ganda, benang dikaitkan 1 kali di jarum, sedangkan pada tusuk triple, benang dikaitkan 2 kali.
Cara membuat triple:
a.  Buat tusuk rantai sebagai dasar
b.  Kaitkan benang 2 kali, tusukkan pada rantai keempat
c.  Kaitkan benang 1 kali, lalu keluarkan dari tusukan rantai
d.  Kaitkan benang, lalu keluarkan benang melalui 2 lubang di jarum
e.  Ulangi langkah d
f.  Kaitkan benang, lalu keluarkan benang dari 2 lubang jarum. Jika akan pindah ke baris kedua, awali dengan membuat tusuk rantai 4 kali.
6. Tusuk Selip/Sisip (sl st)

Biasanya tusuk selip/sisip dipakai untuk menyambung dan membuat tusukan baru di tempat lain.
Cara membuat tusuk selip/sisip:
a.  Masukkan jarum pada tusukan berikutnya
b.  Kaitkan jarum pada benang
c.  Tarik benang melewati lubang dan rantai pada jarum
7. Mematikan Benang (Finishing)

Ketika selesai mengerjakan crochet , kalian perlu mengikat benang dan memastikan ikatannya kuat dan tidak terbuka. Caranya dengan memotong benang beberapa centimeter. Kemudian kaitkan sisa benang tersebut dan tarik sisa benang melalui lubang dengan bantuan jarum hakken seperti pada gambar di atas atau gunakan jarum jahit.
Gimana? Sudah faham kan? Selamat mencoba dan jangan patah semangat untuk belajar merajut yaa!!!

Tips membaca dengan cepat dan benar sesuai isi makna

https://youtube.com/@SaefullahMoch Membaca adalah salah satu keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menye...