LAZADA

Jumat, 17 Maret 2017

PPG Jalur Umum



Syarat Mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) Lewat Jalur Umum

Cara mengikuti Pendidikan Sertifikasi Guru (PPG) melalui 2 cara yaitu PPG SM-3T dan PPG Jalur Umum. PPG SM-3T ditujukan bagi alumni sarjana pendidikan yang baru lulus untuk mengajar di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) selama 1 tahun. Setelah mengabdi di daerah 3T mereka mendapatkan beasiswa PPG selama 1 tahun penuh. Masalah makanan, uang buku, dan asrama ditanggung oleh masing-masing LPTK penyelenggara.

PPG SM-3T angkatan pertama dimulai tahun 2013 yang lalu. Bisa dikatakan PPG-SM3T adalah PPG pra jabatan. Untuk jalur umum PPG akan dibuka mulai tahun 2016 ini dengan beberapa syarat yang telah ditentukan LPTK penyelenggara.



Semua guru calon peserta sertifikasi guru melalui PPG yang telah memenuhi persyaratan administrasi diikutkan dalam seleksi akademik berbasis data hasil uji kompetensi guru (UKG). Sertifikasi guru melalui PPG ini bagi guru yang diangkat setelah 2005.

Guru harus membayar sendiri biaya sertifikasi guru melalui PPG. Biaya sertifikasi yang harus dibayar guru berdasarkan taksiran kalangan perguruan tinggi adalah Rp 7 juta per semester. Bagi guru TK dan SD biaya proses sertifikasi sekitar Rp 7 juta. Durasi sertifikasi untuk guru TK dan SD adalah satu semester.


Proses sertifikasi tetap dilaksanakan di kampus Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Berdasarkan data guru pada sistem NUPTK, masih ada sekitar 500 ribu guru dalam jabatan yang belum memiliki sertifikat pendidik. Setelah memiliki sertifikat pendidik akan diberikan tunjangan profesi guru (TPG).

Syarat Mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) Lewat Jalur Umum:
1. Guru di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang belum memiliki sertifikat pendidik
2. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)
3. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari perguruan tinggi yang memiliki program studi yang terakreditasi atau minimal memiliki ijin penyelenggaraan
4. Memiliki status sebagai guru tetap dibuktikan dengan Surat Keputusan sebagai Guru PNS/Guru Tetap (GT)
5. Masih aktif mengajar dibuktikan dengan memiliki SK pembagian tugas mengajar
6. Memenuhi skor minimal UKG yang ditetapkan oleh Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG) yaitu minimal 55
7. Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter pemerintah.

Pendekatan Taktik (TgFU)



Model pembelajaran pendekatan taktis dalam penjas
Pendekatan taktis mendorong siswa untuk memecahkan masalah taktik dalam permainan. Masalah ini pada hakikatnya berkenaan dengan peberapan keterampilan teknik dalam situasi permainan. Dengan demikian siswa makin memahami kaitan antara teknik dan taktik. Keuntungan lainnya, pendekatan ini tepat untuk mengajarkan keterampilan bermain sesuai dengan keinginan siswa. Tujuan utama dari pendekatan taktis dalam pengajaran permainan adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep bermain.
            Pendekatan taktik bermain membantu memikirkan guru untuk menguji kembali pandangan filosofis mereka pada pendidikan bermain. Model mengajar ini memungkinkan siswa untuk menyadari keterkaitan antara bermain dan peningkatan penampilan bermain mereka. (Subroto 2001 : 4) menjelaskan tentang tujuan pendekatan taktis secara spesifik yaitu untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang konsep bermain melalui penerapan teknik yang tepat sesuai dengan masalah atau situasi dalam permainan.
            Model pembelajaran permainan taktikal menggunakan minat siswa dalam suatu struktur permainan untuk mempromosikan pengembangan keterampilan dan pengetahuan taktikal yang diperlukan untuk penampilan permainan. Sedangkan pembelajaran masuk ke dalam alam pikir siswa, sehingga terbentuk struktur pengetahuan tertentu. Pembelajaran pendekatan taktikal dalam pendidikan jasmani adalah bagian dari pembelajaran kognitif.
            Pada model pembelajaran permainan taktikal, guru merencanakan urutan tugas mengajar dalam konteks pengembangan keterampilan dan taktis bermain siswa, mengarah pada permainan yang sebenarnya. Tugas-tugas belajar menyerupai permainan dan modifikasi bermain sering disebut juga “bentuk-bentuk permainan”. Penekanannya pada pengembangan pengetahuan taktikal yang memfasilitasi aplikasi keterampilan dalam permainan, sehingga siswa dapat menerapkan kegiatan belajarnya saat dibutuhkan. Pada intinya adalah siswa dapat mengembangkan keterampilan dan taktis bermain secara berkesinambungan.
            Dalam strategi pembelajaran pendekatan taktis yaitu lebih menekankan pada konsep game-drill-game. Game yaitu bermain, siswa dituntut untuk bermain dengan konsep-konsep yang yang diberikan oleh guru dan memahami tentang permainan itu. Drill yaitu pengulangan, guru harus lebih teliti melihat permainan siswanya dan apabila terjadi kesalahan dalam tugas gerak maka guru menghentikan pembelajaran dan memberikan contoh gerakan yang benar kemudian siswa melakuakn tugas gerak. Kemudian game yaitu bermain, setelah melakukan pengulangan atau drill siswa kembali melakukan permainan dengan perubahan tugas gerak yang telah dilakukan pada tugas drill. Pembelajaran melalui model pembelajaran pendekatan taktis membiasakan siswa untuk melatih kognitif, afektif, dan psikomotor.
            Pembelajaran taktikal mengutamakan pada pemanfaatan “masalah-masalah taktikal” sebagai perantara dan tujuan pembelajaran. Guru harus mampu menunjukan masalah-masalah taktis yang diperlukan dalam situasi bermain. Sedangkan bagi siswa, sangat penting untuk mengenali posisi bermain di lapangan secara benar, pilihan-pilihan gerak yang mungkin dilakukan, dan situasi-situasi bermain yang dihadapi siswa.
            Kesadaran akan taktik, menggunakan dasar kemampuan untuk menekankan masala-masalah taktik yang muncul selama permainan. Hal itu sekaligus dapat memilih respons tersebut, mungkin terletak pada keterampilan gerak dalam penguasaan bola, seperti passing, dribling dan shooting dalam permainan bola tangan.

Pendekatan Sientifik



Pengertian/Definisi Pendekatan Saintifik, Prinsip Pembelajaran dan Langkah-Langkah Pembelajaran Dengan Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia...
Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah pembelajaran yang terdiri atas kegiatan mengamati (untuk mengidentifikasi hal-hal yang ingin diketahui), merumuskan pertanyaan (dan merumuskan hipotesis), mencoba/mengumpulkan data (informasi) dengan berbagai teknik, mengasosiasi/ menganalisis/mengolah data (informasi) dan menarik kesimpulan serta mengkomunikasikan hasil yang terdiri dari kesimpulan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. Langkah-langkah tersebut dapat dilanjutkan dengan kegiatan mencipta.

Kurikulum 2013 mengembangkan sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. (Permendikbud Nomor 54/2013) Bagaimana Kurikulum 2013 memfasilitasi peserta didik memperoleh nilai-nilai, pengetahuan, dan keterampilan secara berimbang?, bagaimana proses pembelajaran dilaksanakan?

Prinsip-prinsip kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik kurikulum 2013, yakni :

1.      peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu;
2.      peserta didik belajar dari berbagai sumber belajar;
3.      proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah;
4.      pembelajaran berbasis kompetensi;
5.      pembelajaran terpadu;
6.      pembelajaran yang menekankan pada jawaban divergen yang memiliki kebenaran multi dimensi;
7.      pembelajaran berbasis keterampilan aplikatif;
8.      peningkatan keseimbangan, kesinambungan, dan keterkaitan antara hard-skills dan soft-skills;
9.      pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
10.  pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (Ing Ngarso Sung Tulodo), membangun kemauan (Ing Madyo Mangun Karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (Tut Wuri Handayani);
11.    pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat;
12.    pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran;
13.    pengakuan atas perbedaan individualdan latar belakang budaya peserta didik; dan
14.    suasana belajar menyenangkan dan menantang.

Berikut contoh kegiatan belajar dan deskripsi langkah-langkah pendekatan saintifik pada pembelajaran kurikulum 2013 adalah:

1.   Mengamati: membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa atau dengan alat) untuk mengidentifikasi hal-hal yang ingin diketahui - Mengamati dengan indra (membaca, mendengar, menyimak, melihat, menonton, dan sebagainya) dengan atau tanpa alat.

2.   Menanya: mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati - Membuat dan mengajukan pertanyaan, tanya jawab, berdiskusi tentang informasi yang belum dipahami, informasi tambahan yang ingin diketahui, atau sebagai klarifikasi.

3.   Mencoba/mengumpulkan data (informasi): melakukan eksperimen, membaca sumber lain dan buku teks, mengamati objek/kejadian/aktivitas, wawancara dengan narasumber - Mengeksplorasi, mencoba, berdiskusi, mendemonstrasikan, meniru bentuk/gerak, melakukan eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengumpulkan data dari nara sumber melalui angket, wawancara, dan memodifikasi/ menambahi/mengembangkan.

4.   Mengasosiasikan/mengolah informasi: SISWA mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi - mengolah informasi yang sudah dikumpulkan, menganalisis data dalam bentuk membuat kategori, mengasosiasi atau  menghubungkan fenomena/informasi yang terkait dalam rangka menemukan suatu pola, dan menyimpulkan.

5.   Mengkomunikasikan: SISWA menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya - menyajikan laporan dalam bentuk bagan, diagram, atau grafik; menyusun laporan tertulis; dan menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan secara lisan.

6.   (Dapat dilanjutkan dengan) Mencipta: SISWA menginovasi, mencipta, mendisain model, rancangan, produk (karya) berdasarkan pengetahuan yang dipelajari.

Macam-Macam Teknik Dasar Permainan Tenis Lapangan



Macam-Macam Teknik Dasar Permainan Tenis Lapang

Macam-Macam Teknik Dasar Permainan Tenis Lapangan Beserta Gambarnya. Setiap permainan tentu memiliki teknik untuk bisa di permainakan oleh setiap orang. Teknik ini harus bisa di dalami oleh para pemain agar benar-benar menguasai permainan. Ada beberapa macam-macam teknik dasar permainan tenis lapangan beserta gambarnya yang akan kami berikan untuk anda bisa memahami dengan mudah. Teknik dalam permainan tenis lapangan ini memang harus di pahami oleh setiap pemain sebelum memainkan dengan benar. Tujuan dari adanya teknik ini untuk meminimalisir terjadinya sebuah pelanggaran. Maka dari itu anda harus megetahuinya sebelum memainkan permainan tenis lapangan yang di lakukan di lapangan dengan menggunakan raket dan bola. Permainan tenis lapangan ini tidak jauh berbeda dengan permaian tenis meja. Hanya yang memedakan ialah ukuran dari lapangan dalam permainan ini. selebihnya sama memerlukan raket, bola, dan juga net sebagai perbatasan lapangan dari sisi lawan dan kita. Jika anda ingin mengetahui bagaimana teknik dasar dari permaian tenis lapangan ini anda bisa terus menyimaknya, karna di sini saya akan memberi taunya secara sederhana agar bisa di pahami oleh siapapun.

Berikut macam-macam teknik dasar permainan tenis lapangan beserta gambarnya :
1. Teknik atau Cara memegang raket
http://www.tutorialolahraga.com/2015/10/teknik-dasar-tenis-lapangan.html
a. Forehand eastern
Eastern merupakan cara memegang raket yang sangat mudah untuk dilakukan oleh para pemula yang ingin belajar tenis. Forehand eastern grip ini juga kerap kali disebut dengan
“grip berjabat tangan”. Pegangan raket jenis ini bisa memberikan variasi pukulan yang lengkap, seperti flat, slice ataupun spin.
b. Continental
Jenis grip yang satu ini adalah grip klasik yang biasa digunakan oleh para pemain tenis jaman dulu ketika masih menggunakan raket kayu. Tangan berada pada posisi tepat diatas gagang raket, sedangkan posisi pangkal dari telunjuk berada pada sudut 1 (bagi pemain tangan kanan) atau pada sudut 4 (bagi pemain tangan kiri/ kidal).
c. Western
Grip western adalah grip yang biasa dipakai terutama ketika akan melakukan pukulan topspin. Grip ini juga bisa disebut sebagai grip saat memegang wajan. Karena cara memegang raket dengan grip western ini seperti ketika kita memegang gagang panci atau wajan masakan. Dimana posisi dari pangkal telunjuk berada pada sisi bawah dari gagang raket.

2. Teknik atau sikap menerima servis
Sikap menerima servis merupakan sebuah sikap siap yang biasa dilakukan pemain tenis ketika bola servis akan dilakukan oleh pihak lawan.

3. Macam-macam teknik pukulan dalam permainan tenis lapangan
http://www.tutorialolahraga.com/2015/10/teknik-dasar-tenis-lapangan.html
a. Forehand drive adalah sebuah pukulan yang dilakukan dengan menghadapkan telapak tangan ke arah depan.
b. Backhand drive adalah sebuah pukulan yang dilakukan dengan menghadapkan telapak tangan ke arah belakang, dan punggung tangannya ke arah depan.
c. Servis adalah pukulan yang dilakukan pertama kali untuk mengawali sebuah permainan tenis.
http://www.tutorialolahraga.com/2015/10/teknik-dasar-tenis-lapangan.html
d. Pukulan volley adalah sebuah pukulan forehand ataupun backhand yang dilakukan sebelum bola memantul di lapangan. Pukulan ini biasa dilakukan setelah melakukan smash.
http://www.tutorialolahraga.com/2015/10/teknik-dasar-tenis-lapangan.html
e. Pukulan melambung (lob) adalah sebuah teknik pukulan dimana bola dilambungkan tinggi kearah belakang lawan.
http://www.tutorialolahraga.com/2015/10/teknik-dasar-tenis-lapangan.html
f. Pukulan smash adalah sebuah pukulan yang dilakukan dengan sangat keras untuk menghantamkan bola ke arah lapangan sang lawan. Pukulan smash dilakukan ketika bola berada diatas kepala.
http://www.tutorialolahraga.com/2015/10/teknik-dasar-tenis-lapangan.html
g. Pukulan chop/ slice adalah pukulan forehand ataupun backhand dimana kepala raket agak dimiringkan sedikit lalu bola dipukul dengan cara mengayunkan raket dari atas ke bawah.
http://www.tutorialolahraga.com/2015/10/teknik-dasar-tenis-lapangan.html
Nah itulah macam-macam teknik dasar permainan tenis lapangan beserta gambarnya yang telah kami jabarkan. Teknik-teknik di atas perlu di kuasai sebelum anda memainkan permainan tenis lapangan. Teknik di atas merupakan teknik dasar bukan teknik berat yang memang harus di lakukan dalam ajang perlombaan

Tips membaca dengan cepat dan benar sesuai isi makna

https://youtube.com/@SaefullahMoch Membaca adalah salah satu keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menye...